SELAMAT DATANG DI BLOGNYA PARA PECINTA INDONESIA
Konservasi Kerang Raksasa di Taman Laut Toli Toli
Rabu, 06 Juni 2012

Konservasi Kerang Raksasa di Taman Laut Toli Toli



Taman Laut Toli Toli adalah sebuah kawasan konservasi yang sedang dibangun oleh sekelompok relawan di sebuah desa kecil Toli-Toli, Kecamatan Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe, Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kegiatan para relawan ini adalah merencanakan pembuatan taman laut karena kepedulian mereka terhadap kelangsungan hidup biota laut, terutama Kima si Kerang Raksasa (Tridacna), dimulai pada Oktober 2009, mereka membentuk tim kecil untuk memulai mewujudkan gagasan tersebut. Dengan menggunakan biaya pribadi dan sumbangan dari beberapa teman dan keluarga, dan dengan peralatan seadanya, mereka mulai melakukan konservasi (survei, menyelam, mentransfer, pemukiman dan pemeliharaan).


Siang dan malam tim konservasi mulai mencari daerah yang sebelumnya merupakan habitat alami dari berbagai biota laut, dimulai dengan mengumpulkan kerang berbagai spesies. Demikian juga dengan tanaman laut, terumbu karang dan berbagai spesis hewan laut lainnya seperti bintang laut, teripang, ikan hias, lobster dan biota laut lainnya.



Akhirnya pada hari Jumat 1 Januari, 2010, pukul 17:00, mereka mulai menempatkan 5 Kima raksasa pertama di taman laut dan sampai saat ini telah mengumpulkan dan melindungi sebanyak 8.150 Kima (kerang raksasa) dari berbagai spesies, diantaranya terdapat sebanyak 73 Kima raksasa yang memiliki ukuran lebih dari 75 cm. Langkah selanjutnya adalah survei untuk menentukan lokasi untuk taman laut yang ditentukan dari tebing laut Batu Gong sampai semenanjung Toronipa, dengan lokasi utamanya di daerah Nii - desa Tanasa dan desa Toli-Toli.

Kima: Kerang Raksasa yang Semakin Langka

Di antara semua jenis kerang, kima adalah salah satu kerang dengan bentuk dan ciri yang paling unik. Ukuran cangkangnya sangat besar dan berat, sehingga disebut kerang raksasa (giant clam). Mantelnya yang memiliki sistem sirkulasi khusus, menjadi tempat tinggal bagi zooxanthellae, makhluk aneh separuh hewan dan separuh tumbuhan yang berbulu cambuk dari marga Symbidinium. Makhluk bersel tunggal ini, mampu menghasilkan makanannya sendiri, melalui proses fotosintesis dengan memanfaatkan karbondioksida, fosfat dan nitrat yang berasal dari sisa metabolisme kima.



Dari data yang dimiliki bahwa di Indonesia ada beberapa Kima raksasa dengan ukuran sebesar 1,8 meter (1 kerang raksasa) di kawasan Teluk Cendrawasih, Papua dan Kima raksasa berukuran sekitar 2 meter (1 kerang raksasa dan ukuran yang tepat tidak diketahui) berada di Wakatobi Marine Park, juga masih provinsi Sulawesi Tenggara, dan ukuran lainnya adalah 1,5 meter (3 kima raksasa) berada di Taman Laut Bunaken, Manado, Sulawesi Utara. Semua ini kerang raksasa dari Indonesia Timur. Dan jika kegiatan ini terlaksana dengan baik, maka taman laut ini akan menjadi taman kerang laut pertama di Indonesia yang terintegrasi dengan berbagai biota laut lainnya.



Kami berharap dari taman laut ini bisa menjadi tempat wisata alam (wisata bahari) dan bisa menjadi obyek wisata untuk menyelam, Balai Konservasi untuk berbagai biota laut, serta sebagai tempat pendidikan dan penelitian bagi siswa yang memiliki dampak positif pada peningkatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat pesisir dan nelayan khususnya di desa kami, akhirnya akan terciptakan kondisi untuk saling mendukung antara alam dan kehidupan manusia yang akan memberikan kesadaran pentingnya melindungi, memelihara dan melestarikan alam, terutama biota laut.

Lokasi taman laut ini terletak jalur pantai, hanya 18 km dari kota Kendari, ibukota provinsi Sulawesi Tenggara. Fasilitas di jalan utama yang dimiliki juga sebagian besar sangat baik, sehingga akses menuju tempat ini menjadi lebih mudah dan terjangkau.

Kontak Informasi
Mr. Indra Andari, HR.
+6281341614440, +6281341867276, +6281210189814

sumber: facebook.com/tolitoliconservation | Kima Kerang Raksasa

9 komentar:

Gembel Symbian mengatakan...

tu kerang ada mutiaranya gak om

Skydrugz mengatakan...

Pasti mahal kalau mau ke sana

Rulita.park mengatakan...

bagusnya kerang itu,harus di konservasi karena aset negara kita xiixixi :)

zachflazz mengatakan...

ya ampun yang gambar 2 itu bagus banget. ijin copy ya... buat desktop..

NF mengatakan...

cantiknyaa.. jadi inget katanya Nadine Chandrawinata bahwa kita perlu melihat langsung ke dalam laut agar bisa tumbuh rasa memelihara dan menyayangi lingkungan.. fufu

I Love Indonesia mengatakan...

@All ; makasih dah mengunjungi..
@Zachflazz : silahkan..

Kang Bejo mengatakan...

Ini adalah kunjungan baliknya gan :)

♥VPie◥♀◤MahaDhifa♥ mengatakan...

. . pengen tau asli nya nich. sambil pegang^. he..86x. karena penasaran banget aq. he..86x . .

Penyuluh Perikanan mengatakan...

Setuju sekali gan kalau taman laut ini bisa menjadi tempat wisata alam (wisata bahari) dan bisa menjadi obyek wisata untuk menyelam, Balai Konservasi untuk berbagai biota laut, serta sebagai tempat pendidikan dan penelitian bagi siswa yang memiliki dampak positif pada peningkatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat pesisir di Daerah ini,,

Indahnya alam kita

Indahnya alam kita
"mencintai, merawat, dan melestarikan alam sama dengan kita mencintai diri kita"
Copyright © 2012 @ Dinsphotography ( DSP )| http://dinsphotography.blogspot.com/ All Right Reserve. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Sponsor

Tas Handmade Cantik | Berhiaskan Mote yang Unik Kondisi: Baru Harga belum termasuk ongkos kirim . Harga Tas Homemade Unik Rp 165.000,-
Ragi Tape Jerami – Pakan Ternak Praktis dan MurahHarga Rp 71.500 Beli 5 ke atas 66.000
Lampu Love, Hadirkan Suasana Romantis Kondisi: Baru Harga belum termasuk ongkos kirim Harga Lampu Love Rp 66.000,- Beli 4 pcs ke atas Harga @Rp 64.000,- Beli 8 pcs ke atas Harga @Rp 62.000,-

Follow By Email

Link Exchange

Copy kode berikut di sidebar blog anda maka saya akan memasang link anda di bawah ini

Followers G-CI